Minggu, 21 Oktober 2012

Jenis-Jenis Kalimat


JENIS-JENIS KALIMAT
A.    Berdasarkan Pengucapan
Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Kalimat Langsung
Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. Kalimat langsung juga dapat diartikan kaliamt yang memberitakan bagaimana ucapan dari orang lain (orang ketiga). Kalimat ini biasanya ditandai dengan tanda petik dua (“….”) dan dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah.
Contoh:
-  Ibu berkata: “Rohan, jangan meletakkan sepatu di sembarang tempat!”
-  “Saya gembira sekali”,kata ayah,”karena kamu lulus ujian”.
2. Kalimat Tak Langsung
Kalimat tak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan atau perkataan  orang lain. Kalimat tak langsung tidak ditandai lagi dengan tanda petik dua dan sudah dirubah menjadi kalimat berita.
Contoh:
-  Ibu berkata bahwa dia senang sekali karena aku lulus ujian.
-  Kakak berkata bahwa buku itu harus segera dikembalikan.

B.  Berdasarkan Jumlah Frasa (Struktur Gramatikal)
Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
1.  Kalimat Tunggal
Kallimat tunggal adalah kalimat yang memiliki satu pola (klausa) yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat. Kalimat tunggal merupakan kalimat dasar sederhana. Kalimat-kalimat yang panjang dapat dikembalikan ke dalam kalimat-kalimat dasar yang sederhana dan dapat juga ditelusuri p0la-pola pembentukannya. Pola-pola kalimat dasar yang dimaksud adalah:
*  KB + KK (Kata Benda + Kata Kerja)
Contoh:   Victoria bernyanyi
.                   S          P

Kalimat tunggal  dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
1.  Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda.
Contoh :  Saya siswa kelas VI.

Setiap kalimat tunggal di atas dapat diperluas dengan menambahkan kata-kata pada unsur-unsurnya. Dengan penambahan unsur-unsur itu, unsur utama dari kalimat masih dapat dikenali. Suatu kalimat tunggal dapat diperluas menjadi dua puluh atau lebih.  Perluasan kalimat tesebut terdiri atas:
1. Keterangan tempat, seperti di sini, dalam ruangan tertutup, lewat Bali, sekeliling kota.
2. Keterangan waktu, seperti: setiap hari, pada pukul 21.00, tahun depan, kemarin sore, minggu kedua bulan ini.
3. Keterangan alat (dengan + kata benda), seperti: dengan linggis, dengan undang-undang itu, dengan sendok, dengan wesel pos, dengan cek.
4. Keterangan modalitas, seperti: harus, barangkali, seyogyanya. sesungguhnya, sepatutnya.
5. Keternagan cara (dengan + kata sifat/kata kerja), seperti: dengan hati-hati, seenaknya saja, selekas mungkin.
6. Keterangan aspek, seperti akan, sedang, sudah, dan telah.
7. Keterangan tujuan, seperti: agar bahagia, untuk anaknya, supaya aman, bagi mereka.
8. Keterangan sebab, seperti: karena rajin, sebab berkuasa, lantaran panik.
9. Keterangan aposisi adalah keterangan yang sifatnya menggantikan, seperti: penerima Sepatu Emas, David Beckham.
10. Frasa yang, seperti: mahasiswa yang IP-nya 3 ke atas, pemimpin yang memperhatikan rakyat.
Contoh perluasan kalimat tunggal adalah:
1. Victoria akan bernyanyi di Las Vegas.
2. Masalahnya seribu satu yang belum terpecahkan.
3. Ika sangat rajin menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya.

2.  Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk terdiri atas dua atau lebih kalimat tunggal yang saling berhubungan baik kordinasi maupun subordinasi. Kalimat majemuk dapat dibedakan atas  3 jenis, yaitu:
2.1.  Kalimat Majemuk Setara (KMS)
Kalimat ini terbentuk dari 2 atau lebih kalimat tunggal dan kedudukan tiap kalimat sederajat. Kalimat majemuk setara dapat dikelompokkan ke dalam beberapa bagian, yaitu:
* KMS Penggabungan. Dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata dan atau serta.
Contoh:
-  Kami mencari bahan dan mereka meramunya.
-  Ratih dan Ratna bermain bulu tangkis di halaman rumah.
* KMS Pertentangan. Dua kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata tetapi, sedangkan, namun, melainkan. Kedua kalimat tersebut menunjukkan hubungan pertentangan.
Contoh:
-  Indonesia adalah negara berkembang, sedangkan jepang termasuk negara yang sudah maju.

* KMS Pemilihan. Dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata atau.
Contoh:
-  Makalah ini harus dikumpukan besok atau minggu depan.

* KMS Penguatan. Dua atau lebih kalimat tunggal dihubungkan dengan kata bahkan.
Contoh:
-  Dia tidak hanya cantik, bahkan dia juga sangat baik hati.

* KMS yang dibentuk dari dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata lalu dan kemudian, untuk menandakan suatu kejadian yang berurutan.
Contoh:
-  Mula-mula disebutkan nama-nama juara melukis tingkat SD, kemudian disebutkan nama-nama juara melukis tingkat SMP.

2.2  Kalimat Majemuk Bertingkat (KMB)
Kalimat majemuk setara terdiri atas satu suku kaliamat bebas dan satu suku kalimat yang tidak bebas. Kedua kalimat tersebut memiliki pola hubungan yang tidak sederajat. Bagian yang memiliki kedudukan lebih penting (inti gagasan) disebut sebagai klausa utama (induk kalimat). Bagian yang lebih rendah kedudukakannya disebut dengan klausa sematan (anak kalimat).
Ada beberapa penanda hubungan / konjungsi yang dipergunakan oleh kalimat majemuk bertingkat, yaitu:
1. Waktu : ketika, sejak
2.  Sebab: karena, Olehkarenaitu, sebab, oleh sebab itu
3.  Akibat: hingga, sehingga, maka
4.  Syarat: jika, asalkan, apabila
5.  Perlawanan: meskipun, walaupun
6.  Pengandaian: andaikata, seandainya
7.  Tujuan: agar, supaya, untukbiar
8.  Perbandingan: seperti, laksana, ibarat, seolaholah
9.  Pembatasan: kecuali, selain
10.  Alat: dengan+ katabenda:  dengan tongkat
11.  Kesertaan: dengan+ orang
Contoh:
-  Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern, para hacker masih dapat mengacaukan data-data komputer itu.
Induk kalimat: Para hacker masih dapat mengacaukan data-data komputer itu.
Anak kalimat:  Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern.

2.3  Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat majemuk campuran terdiri atas kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat atau kebalikannya.
Contoh:
-   Karena hari sudah malam, kami berhenti dan langsung pulang.
KMS:  Kami berhenti dan langsung pulang.
KMC:  Kami berhenti karena hari sudah malam.
.          .
C.  Berdasarkan Isi atau Fungsinya
Kalimat dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:
1. Kalimat Perintah
Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. Kalimat perintah biasanya diakhiri dengan tanda seru (!) dalam penulisannya. Sedangkan dalam bentuk lisan, kalimat perintah ditandai dengan intonasi tinggi.
Macam-macam kalimat perintah :
* Kalimat perintah biasa, ditandai dengan partikel lah.
Contoh : Gantilah bajumu !
* Kalimat larangan, ditandai dengan penggunaan kata jangan.
Contoh Jangan membuang sampah sembarangan !
* Kalimat ajakan, ditandai dengan kata mohon, tolong, silahkan.
Contoh : Tolong temani nenekmu di rumah !

2.  Kalimat Berita
Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu. Dalam penulisannya, biasanya diakhiri dengan tanda titik (.) dan dalam pelafalannya dilakukan dengan intonasi menurun. Kalimat ini mendorong orang untuk memberikan tanggapan.
Macam-macam kalimat berita :
* Kalimat berita kepastian
Contoh : Nenek akan datang dari Bandung besok pagi.
* Kalimat berita pengingkaran
Contoh : Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu.
* Kalimat berita kesangsian
Contoh : Bapak mungkin akan tiba besok pagi.
* Kalmat berita bentuk lainnya
Contoh : Kami tidak taahu mengapa dia datang terlambat.

3.  Kalimat Tanya
Kalimat tanya adalah kalimat yang bertujuan untuk memperoleh suatu informasi atau reaksi (jawaban) yang diharapkan. Kalimat ini diakhiri dengan tanda tanya(?) dalam penulisannya dan dalam pelafalannya menggunakan intonasi menurun. Kata tanya yang dipergunakan adalah bagaimana, dimana, berapa, kapan.
Contoh:
-  Mengapa gedung ini dibangun tidak sesuai dengan disainnya?

4.  Kalimat Seruan
Kalimat seruan adalah kalimat yang digunakan untuk mengungkapakan perasaa ‘yang kuat’ atau yang mendadak. Kalimat seruan biasanya ditandai dengan intonsi yang tinggi dalam pelafalannya dan menggunakan tanda seru (!) atau tanda titik (.) dalam penulisannya.
Contoh:
-  Aduh, pekerjaan rumah saya tidak terbawa.

D. Berdasarkan Unsur Kalimat
Kalimat dapat dibedakan ke dalam 2 jenis, yaitu:
1. Kalimat Lengkap
Kalimat lengkap adalah kalimat yang sekurang-kurangnya terdiri dari  satu buah subyek dan satu buah predikat. Kalimat Majas termasuk ke dalam kalimat lengkap.
Contoh :
-   Mahasiswa berdiskusi di dalam kelas.
.           S               P                  K



2. Kalimat Tidak Lengkap
Kalimat tidak lengkap adalah kalimat yang tidak sempurna karena hanya memiliki subyek saja, atau predikat saja, atau objek saja atau keterangan saja. Kalimat tidak lengkap biasanya berupa semboyan, salam, perintah, pertanyaan, ajakan, jawaban, seruan, larangan, sapaan dan kekaguman.
Contoh:
- Selamat sore
- Silakan Masuk!

E.  Berdasarkan Susunan  S-P
Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
1.  Kalimat Versi
Kalimat versi adalah kalimat yang predikatnya mendahului subjeknya. Kata atau frasa tertentu yang pertama muncul akan menjadi kunci yang akan mempengaruhi makna untuk menimbulkankesan tertentu, dibandingkan jika kata atau frasa ditempatkan pada urutan kedua. Kalimat ini biasanya dipakau untuk penekanan atau ketegasan makna.
Contoh:
Ambilkan koran di atas kursi itu!
.          P                       S

2.  Kalimat Inversi
Kalimat inversi adalah kalimat yang susunan dari unsur-unsur kalimatnya sesuai dengan pola kalimat dasar bahasa Indonesia (S-P-O-K).
Contoh:
Penelitian ini dilakukan mereka sejak 2 bulan yang lalu.
.            S                 P            O                     K

F.  Berdasarkan Bentuk Gaya Penyajiannya (Retorikanya)
Kalimat dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:
1.  Kalimat Yang Melepas
Kalimat yang melepas terbentuk jika kalimat tersebut disusun dengan diawali oleh unsur utama (induk kalimat) dan diikuti oleh unsur tambahan (anak kalimat). Unsur anak kalimat ini seakan-akan dilepaskan saja oleh penulisnya. Jika unsur anak kalimat tidak diucapkan, kalimat itu sudah bermakna lengkap.
Contoh;
-  Saya akan dibelikan vespa oleh Ayah jika saya lulus ujian sarjana.

2. Kalimat yang Klimaks
Kalimat klimaks terbentuk jika kalimat tersebut disusun dengan diawali oleh anak kalimat dan diikuti oleh induk kalimat. Kalimat belum dapat dipahami jika hanya membaca anak kalimatnya. Sebelum kalimat itu selesai, terasa masih ada sesuatu yang ditunggu, yaitu induk kalimat. Oleh karen itu, penyajian kalimat ini terasa berklimaks dan terasa membentuk ketegangan.
Contoh:
-   Karena sulit kendaraan, ia datang terlambat ke kantornya.

3. Kalimat Yang  Berimbanv
Kalimat yang berimbang disusun dalam bentuk kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk campuran, Struktur kalimat ini memperlihatkan kesejajaran yang sejalan dan dituangkan ke dalam bangun kalimat yang simetri.
Contoh:
-   Bursa saham tampaknya semakin bergairah, investor asing dan domestik berlomba melakukan transaksi, dan IHSG naik tajam.

G. Berdasarkan Subjeknya
Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
1.  Kaliamat Aktif
Kalimat aktif  adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan/tindakan. Kalimat ini biasanya memiliki predikat berupa kata kerja yang berawalan me- dan ber-. Predikat juga dapat berupa kata kerja aus (kata kerja yang  tidak dapat dilekati oleh awalan me–saja), misalnya  pergi, tidur, mandi, dll  (kecuali makan dan minum).
Contoh:
-  Mereka akan berangkat besok pagi.
-  Kakak membantu ibu di dapur.
Kalimat aktif  dibedakan menjadi 2, yaitu:
1.1  Kalimat Aktif  Transitif
Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang dapat diikuti oleh objek penderita (O1). Predikat pada kalimat ini biasanya berawalam me- dan selalu dapatt dirubah menjadi kalimat pasif.
Contoh:    Eni mencuci piring.
.                 S        P         O1

1.2  Kalimat Aktif Intransitif
Kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang tidak  dapat diikuti oleh objek penderita (O1). Predikat pada kalimat ini biasanya berawaln ber-. Kalimat yang berawalan me- tidak diikuti dengan O1. Kalimat ini tidak dapat dirubah menjadi kalimat pasif.
Contoh:
Mereka berangkat minggu depan.
.        S              P                   K
1.3  Kalimat Semi Transitif
Kalimat ini tidak dapat dirubah menjadi kal pasif karena disertai oleh pelengkap bukan objek.
Contoh:
Dian kehilangan pensil.
.      S          P            Pel.
2.  Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan/tindakan. Kalimat ini biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di- dan ter- dan diikuti oleh kata depan oleh.
Kalimat pasif dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
2.1  Kalimat Pasif  Biasa
Kalimat pasif ini biasanya diperoleh dari kalimat aktif transitif. Predikat pada kalimat ini berawalan di-,ter-,ke-an.
Contoh:
Piring dicuci Eni.
.       S        P      O2
2.2  Kalimat Pasif Zero
Kalimat pasif zero adalah kalimat yang objek pelakunya(O2) melekat berdekatan dengan O2 tanpa disisipi dengan kata lain. Predikat pada kalimat ini berakhiran -kan dan akan terjadi penghilangan awalan di-. Predikatnya juga dapat berupa kata dasar berkelas kerja kecuali kata kerja aus. Kalimat pasif zero ini berhubungan dengan kalimat baku.
Contoh:
Ku pukul adik.
.   O2    P      S
Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif :
1.  Subjek pada kalimat aktif dijadikan objek pada kalimat pasif.
2.  Awalan me- diganti dengan di-.
3.  Tambahkan kata oleh di belakang predikat.
4.  Jika subjek kalimat akrif berupa kata ganti maka awalan me- pada predikat dihapus, kemudian subjek dan predikat dirapatkan.

Pengertian Wacana dan Jenis-Jenis nya


Pengertian Wacana
Pengertian Wacana:
1.      Kamus Besar Bahasa Indonesia
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dinyatakan bahwa wacana merupakan kelas kata benda (nomina) yang mempunyai arti sebagai berikut :
a)      Ucapan; perkataan; tuturan;
b)      Keseluruhan tutur yang merupakan suatu kesatuan;
c)      Satuan bahasa terlengkap, realisasinya tampak pada bentuk karangan yang uttuh, seperti novel, buku, atau artikel.
Pada pengertian ketiga tidak jauh berbeda apabila dibandingkan dengan apa yang tertuang di dalam Kamus Linguistik susunan Harimurti Kridalaksana. Tampak pada batasan tersebut bahwa keutuhan atau kelengkapan makna di dalam sebuah wacana merupakan syarat penting yang harus dimilikinya. Di samping itu secara tegas dinyatakan bahwa wacana merupakan satuan bahasa terlengkap, wujud konkretnya berupa novel, buku, artikel, dan sebagainya.
Contoh :”Kekerapan pemakaian sebuah kata hampir tidak dapat diramalkan karena hal itu amat bergantung pada perkembangan kebutuhan dan cita rasa masyarakat pemakainya. Bisa jadisebuah kata yang dulu amat kerap digunakan, kini hampir tak terdengar lagi dan pada masa yangakan datang mungkin kata itu akan hilang dari pemakaian”.

Jenis-jenis wacana:
1) Wacana langsung (direct speech, direct discourse)Wacana langsung adalah wacana yang sebenarnya dibatasi oleh intonasi atau pungtuasi.Contoh: Salim berkata, “Saya akan datang.”
(2) Wacana pembeberan (expository discourse)Wacana pembeberan adalah wacana yang tidak mementingkan waktu dan penutur, berorientasi pada pokok pembicaraan, dan bagian-bagiannya diikat secara logis.
(3) Wacana penuturan (narrative discourse)Wacana penuturan adalah wacana yang mementingkan urutan waktu, dituturkan oleh persona pertama atau ketiga dalam waktu tertentu, berorientasi pada pelaku, dan seluruh bagiannya diikatoleh kronologi.
(4) Wacana tidak langsung (indirect discourse)Wacana tidak langsung adalah pengungkapan kembali wacana tanpa mengutip secara harfiahkata-kata yang dipakai oleh pembicara, mempergunakan konstruksi gramatikal atau kata tertentu,antara lain klausa subordinatif, kata bahwa, dan sebagainya.
Contoh: Salim berkata bahwa ia akan datang.

Kamis, 18 Oktober 2012

Contoh Acara Adat Batak

HULA-HULA
1.    HULA-HULA                   : Siahaan
2.    TULANG                          : Sitorus
3.    Bona Tulang                   : Pasaribu
4.    Bonani Ari                       : Nainggolan
5.    Tulang Rorobot              : Huta julu
6.    Hula-hula martinodohon
1.    Manurung                             : Ama Andro Rajagukguk
2.    Panjaitan                               : Ama Grace Rajagukguk
3.    Purba                                     : Ama Hezron Rajagukguk
4.    Situmorang                           : Ama Harapan Rajagukguk
5.    Pasaribu                                :              Basri Rajagukguk
6.    Pasaribu                                : Ama Horta Rajagukguk
7.    Nainggolan                           :            Bernard Rajagukguk
8.    Nainggolan                           :           Yossy Rajagukguk
9.    Lumban Tobing                   :           Jerry Rajagukguk

7.    Ama Martinodohon
1.    Op. Tumpal Rajagukguk
2.    Op. Hezron Rajagukguk
3.    Op. Horta Rajagukguk
4.    Op. Keysia Rajagukguk

8.    Op. martinodohon
1.    Op.Parbengkel Rajagukguk          2 Halak
2.    Op. Immanuel Rajagukguk                       7 Halak
3.    Op. Lenny                                         5 Halak
4.    Peris Rajagukguk                            4 Halak
5.    Montang Rajagukguk                     4 Halak
6.    Op. Jayasan Rajagukguk               8 Halak
7.    A. Binnet                                           4 Halak
8.    Parlaut Tador                                    3 Halak
9.    Op. Sorta Rajagukguk                    7 Halak

9.    Boru + Namboru
1.    Op. Dian Sitohang
2.    Op. Leo Sianipar

3.    Manurung
4.   
Boru ni Op.Dhesy
 
Pasaribu nai Yosafat
5.    Simarmata nai Reny
6.    Hutagalung nai Saulita
7.    Op. Bagaskara
8.   
Boru ni Op.Tumpal
 
Purba
9.    Siahaan
10. Sipayung
11. Sotorus

10. BERE IBEBERE
1.    Toga torop                                         : 5 Halak
2.    Sinaga                                               : 5 Halak
3.    Tubuni Op.Leo Sianipar                 : 5 Halak
4.    Tubuni Op.Dian Sitohang              : 5 Halak

11. Dongan Tubu
1.    Limbat Diaek
2.    Jagani Solu
12.
Boru ni Op.Hezron
 
Gurning
13. Siregar
14. Hutapea
15. Sinambela --à Boru ni Op. Horta
16.
Boru ni Op.Keyzia
 
Sitohang nai Keyzia
17. Turangan            Nita


A.   PARJAMBARON
1.    Tulang Siahaan                         = Osang + Pinggan Panganan
( Hula-Hula)
2.    Tulang Sitorus                            = Namarngingi Siamun + Pinggan Panganan
   + Pinggan Panganan
3.     Bona Tulang Pasaribu                        = Somba 1 + Pinggan Panganan
4.    Bona Niari Nainggolan             = Somba 2 + Pinggan Panganan
5.    Tulang Rorobot Hutajulu         = Soit+ Pinggan Panganan
6.    Hula – hula namartinodohon  = Poha + Pinggan Panganan
(Manurung+Painjaitan+Pasaribu+Nainggolan+Purba+Situmorang+Lumban tobing)
7.    Boru                                             = Namarsangulan + Pinggan Panganan
8.    Taripar tu lontung                      = Soit
9.    Taripar tu Sumba                       = Soit
10. Natuatua ni Huta                       = Gonting
11. Pangulani Huria HKBP Dosin            = Pohu

B.   PINGGAN PANGANAN
1.    Tu Suhut                         = Ama Dhesy Rajagukguk
2.    Tu Op.Suhut                   = Op.Dhesy br Sitorus
3.    Tu Pamarai                     = Ama Andro Rajagukguk
4.    Tu Pariban                      = Hutagalung nai Saulita
5.    Tu Pomparan Op.Tumpal Rajagukguk ( Anak + Boru)
6.    Tu Pomparan Op.Hezron Rajagukguk ( Anak + Boru)
7.    Tu Pomparan Op.Horta Rajagukguk (Anak + Boru)
8.    Tu Pomparan Op.Keyzia Rajagukguk ( Anak + Boru)
9.    Tu Boru ( Manurung + Pasaribu+Simarmata)
10. Tu Namboru ( Op.Leo Sianipar + Op.Dhian Sitohang)
11. Tu Bere pomparan ni Obotonami ( Toga torop + Sinaga)
12. Tu sude Pomparan ni namboru nami Op.Leo Sianipar
13. Tu sude Pomparan ni namboru nami Op.Dhian Sitohang
14. Tu sude pomparan ni Op.Immanuel, Op.Jenny. Peris, Momontang
15. Tu sude Parbangkel
16. Tu sude pomparan Op. Jayasan , A.Binet, Parlaut Tador, Op.Sorta Rajagukguk
17. Dongan tubu, Tagorni laut, Op.Palti, Babiat Sosunggulon, Tahalni Oji, Pinggan Pasu
18. Pomparan Raja Ojim
19. Anggi Doli Sorta Uluon
20. Hahadoli op.Sunggu
21. Anggi doli Simare-mare
22. Dongan Tubu Rajagukguk, Op.Sunggu, Simaremare,Tarutung+Riau
23. Boru Aritonang Dosin + Tarutung
24. Bere + Ibebere Dosin + Tarutung
25. Natua tuani huta Dosin
26. Pangula ni Huria HKBP Dosin + Tarutung
27. Sarikat Aritonang Dosin
28. Sarikat Tuan Somanimbil Dosin
29. Sarikat Nairasaon Dosin

PANANDAION
1.    Pamarai                           = Ama Andro Rajagukguk
2.    Simolohon                      = Rio + Evan
3.    Tulang                             = Ama Richard Siahaan
4.    Pariban                            = Pasaribu nai Josafat
5.    Ama Grace Rajagukguk  ( Hahani Suhud)
6.    Op.Suhud Op.Dhesy br Sitorus
7.    Parorot                             = Manurung+Hutagalung+Simarmata
8.    Namartinodohon                       = 7 Halak
9.    Ama namartinodohon  = 4 Halak
10. Op.namartinodohon      = 9 Halak
11. Namboru                         = 4 Halak
12. Dongan Tubu Rajagukguk      =  9 Halak
13. Haha doli Op.Sunggu               = 5 Halak
14. Anggi Doli Simare mare           = 5 Halak
15. Anggi Doli Sorta Uluon                       
16. Boru                                             = 14 Halak
17. Bere                                              = 15 Halak
18. Ibebere                                         = 10 Halak
19. Pariban ni Suhud                      = 9 Halak
20. Tulang Sitorus
21. Bona Tulang Pasaribu
22. Bonani ari Nainggolan
23. Tulang rorobot Huta julu
24. Hula-hula namartinodohon     = 9 Halak
25. Hula-hula di dainang                = 5 Halak
26. PINASAHAT TU DONGAN TUBU TARUTUNG + NAMANGAMAI BORU
27. TINASAHAT TU TULANG SIAHAAN
28. Parhalado HKBP DOSIN + Tarutung
29. Natua tua ni huta Dosin + Tarutung
30. Parhobas Ama, Ina, naposo

3.    Sipatumengaenga
4.    Datu sangap nauli
5.    Pomparan raja ojim
6.    Sorta uluan
7.    Op.Palti
8.    Babiat Sosunggulon
9.    Tahalni Aji
10. Pinggan pasu
11. Hahadoli Op.Sunggu
12. Anggi Doli Siamaremare
13. Aritonang Sip.Dosin
14. Aritonang Sip. Pajak nagori
15. Aritonang Pedagangan
16. Aritonang Bandar Buttu
17. Aritonang Mariah Bandar
18. Aritonang Magojor
19. Aritonang Tanah Jawa
20. Aritonang Duri,Pk.Baru, ( RIAU)


12. PINASAHAT TU DONGAN TUBU TARUTUNG
BORU + BERE
1.    Boru Rajagukguk
2.    Boru Op.Sunggu
3.    Boru Simaremare
4.    (Parpunguan) Bere
5.    Parpunguan Ibebere
13. PARIBAN
1.    Rumahorbo - Palembang
2.    Siregar           - Medan
3.    Hutasoit         - Jakarta
4.    Boruni A Olivia         - Jakarta
5.    Nainggolan   - Medan
6.    Manurung     - Porsea
7.    Hutagalung   - Bah jambi
8.    Panjaitan       - L.Pakam
9.    L.Tobing        - P.Siantar